Tag

, , , , , , ,

Gedung Balai Kota Medan yang lama yang terletak di Jalan Balai Kota Medan merupakan kebanggaan warga kota. Betapa tidak ! Justru gedung ini yang telah berusia tua, seratus sepuluh tahun jika dihitung sejak dibangun tahun 1900 oleh Biro Arsitek Hulswit, juga merupakan gedung bersejarah. Gedung yang kelihatan anggun dan antik merupakan salahsatu bangunan bergaya Eropa zaman dulu di kota Medan.

Apapun ceritanya gedung Balai Kota lama itu adalah saksi sejarah. Artinya gedung tersebut mempunyai sejarah panjang yang tak bisa diabaikan begitu saja. Tak dapat dimungkiri, dan ini kenyataan. Telah mengalami pertukaran zaman, sejak didirikan pada zaman kolonial Belanda, zaman pendudukan militer Jepang, zaman awal Revolusi Kemerdekaan, hingga sampai sekarang.

Di zaman kemerdekaan saja ada duabelas walikota yang berkantor di Balai Kota tersebut, terhitung walikota yang pertama tahun 1945 Mr.Luat Siregar sampai yang terakhir berkantor di situ tahun 1990 H.Agus Salim Rangkuty. Dan setelah Balai Kota baru selesai dibangun dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Rudini 20 Maret 1990, menjelang usia Kota Medan 400 tahun, maka gedung Balai Kota lama ditinggalkan begitu saja, tidak dirawat, sungguh sangat memprihatinkan.

Barulah ketika ada kebijaksanaan walikota Medan memberi peluang kepada investor membangun hotel di belakang gedung Balai Kota lama tersebut, dengan catatan gedung tersebut tidak dibongkar dan tetap milik Pemko Medan, terlihat berseri kembali. Pihak investor hanya diberi hak merawat, mengelola dan memanfaatkan gedung lama tersebut. Banyak tokoh masyarakat, tokoh budaya dan sejarah, pers dan lain sebagainya memberikan saran agar gedung Balai Kota lama itu dimanfaatkan untuk dapat menarik wisatawan baik dalam maupun dari luar negeri. Ini berarti gedung tersebut dapat menjadi sentra informasi tentang kota Medan dan sekitarnya dari dulu sampai sekarang.