Tag

, , , , , , ,

Istana Siak Sri inderapura.Pada tahun 1889 dibangun istana permanen dengan arsitek dari Jerman. Istana ini berdiri megah sampai saat ini dengan pintu gerbang dihiasi sepasang burung elang menyambar dengan mata yang memancar tajam mengiringi kita bila memasuki halaman istana. Di dalam istana akan kita lihat berbagai koleksi yang bernilai tinggi seperti Kursi Singgasana Sultan yang berbalut emas.

Disisi lain terdapat pula alat musik Komet yang dibuat secara home industri di Jerman yang memiliki piringan dengan garis tangan sekitar 90 cm berisikan lagu-lagu klasik dari Mozard dan Bethoven.Konon barang ini hanya ada dua di dunia yaitu di Jerman sebagai pembuat dan di istana Siak.

Di ruang yang lain kita saksikan berbagai kursi meja baik dari kayu, kristal dan kaca tertata rapi di bawah lampu-lampu kristal berwarna-warni bergantungan di plafon istana, demikian pula berbagai bentuk almari dan berjenis senjata dari tembaga dan besi.Disamping itu terdapat pula aneka cinderamata yang merupakan hadiah dari para sahabat dan daerah di sekitar Siak.
Untuk mengetahui siapa saja tokoh-tokoh Kerajaan Siak di masa lalu dapat kita lihat melalui foto-foto berukuran besar yang terletak di dalam Istana Siak. Terdapat juga sebuah cermin yang menjadi milik oleh para permaisuri Sultan yang dapat membuat wajah semakin cerah dan awet muda bila sering bercermin di sana. Cermin ini dinamakan cermin Ratu Agung.

Perjalanan dari kota Pekanbaru-Siak bisa ditempuh selama  dua setengah sampai tiga jam.   Jembatan siak IV juga merupakan salah satu tempat wisata yang sangat menarik.   Pada malam hari  jembatan ini tampak seperti di Singapura, dengan tatanan lampu yang cantik juga terdapat lokasi kuliner di bawah jembatan.

Dari atas jembatan dapat terlihat hamparan sungai Siak yang mencapai sekitar 300 meter dengan panjang jembatan sekitar 1.200 meter-an. Dari atas puncak bisa melihat nuansa Siak, informasinya jembatan ini dirancang kuat sampai 100 tahun lagi oleh tim ahli dari ITB.